Dalam
film ini diceritakan bahwa adanya dua kubu yang saling bertentangan dengan
bahaya merokok. Dalam film tersebut ada sebuah Talk Show yang membahas tentang
bahaya merokok dan mendatangkan seorang anak-anak atau remaja yang telaj
mengidap kanker akibat kebiasaannya merokok. Di Talk Show tersebut juga hadir
ibu-ibu yang menentang terhadap adanya rokok adapula wakil president dari
kajian tembakau. Disinilah hal yang menarik adanya pertentangan antara ibu-ibu
yang menentang rokok dan Nick Taylor yang merupakan perwakilan dari penelitian
tembakau. Nick Taylor berusaha menyakinkan para audience bahwa rokok itu tidak
sebahaya dengan apa yang telah mereka pikirkan. Orang – orang selama ini
berpikiran bahwa bhawa banyak orang meninggal karena rokok. Tapi di Talk Show
tersebut Nick Taylor berhasil menyakinkan audience dengan data – data bahwa
kematian tertinggi adalah karena Keju ( Kolesterol ).
“Pembeli
rokok itu sudah dikasih tau sering banget tentang bahaya merokok, informasinya
ada dimana-mana. Kalo mereka tetap beli rokok, ya itu risiko sendiri. Kalo
rokok mau disalahin sebagai penyebab kanker, harusnya industri keju juga
dituntut ke pengadilan sebagai penyebab utama kematian akibat tingginya
kolesterol....”
Dari
sini dapat digambarkan bahwa Nic Taylor merupakan seorang diplomat bagi sebuah
negara dan pihak-pihak yang lain dapat digambarkan sebagai Organisasi
Internasional maupun negara yang lain. Dimana seorang diplomat akan memainkan
perannya. Diplomat akan memperjuangkan kepentingan negara. Seperti yang difilm
bahwa Nick Taylor berusaha memperjuangkan kepentingan Perusahaan dimana dia
berkerja walapun dia akan menghadapi berbagai macam tekanan dan tantangan dari
berbagi pihak. Nick Taylor sebagai seorang juru bicara perusahaan dia sangat
pandai berargumen dan bernegosiasi mengenai rokok. Disaat perusahaan rokok
mulai mendapat penurunan jumlah penjualan Nick mulai menyiapkan beberapa
strategi yang bermanfaat dan jitu untuk membuat rokok naik lagi. Slah satu
strategi Nick adalah dengan membuat film tentang rokok.
Sifat
– sifat yang dimiliki oleh Nick Taylor sebagai seorang diplomat dalam film
tersebut antara lain :
1. Memiliki
kepercayaan diri, dan tidak gugup (ketika Nick
Naylor disudutkan di Joan Lunden Show, ketika dia memberikan uang ”tutup mulut”
kepada Lorne Lutch, hingga ketika dia harus memberikan testimoni di Sidang
Senat mengenai pemberian label racun bagi rokok, Nick tetap tenang dan tidak
terlihat lemah.)
2. Mampu
meyakinkan lawan bahwa argumen kita benar.
Hal ini termasuk dengan membuat lawan percaya bahwa argumennya salah (nampak
pada adegan Nick dan anaknya, Joey sedang mengunjungi taman ria. Saat berdebat
mengenai es krim cokelat atau vanilla, Nick mengatakan kepada Joey, bahwa yang
dibutuhkan sebenarnya adalah kebebasan dalam memilih es krim, entah cokelat
maupun vanilla. Namun secara tidak langsung hal tersebut membuat Joey berpikir
bahwa argumennya salah, dan Nick-lah yang menang.)
3. Dengarkan apa yang lawan/kawan negosiasi anda perlukan. Untuk dapat memahami inti dari negosiasi, akan lebih
baik jikan anda mau mendengarkan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh lawan/kawan
negosiasi anda. Dalam hal ini, anda akan memahami kepentingan dari lawan/kawan
negosiasi anda sehingga anda akan lebih mudah menemukan solusi terbaik yang
menguntungkan kedua belah pihak. (win-win solution)
4.
Kemampuan
Berkomunikasi
Bagaimaapun juga negosiasi adalah proses
berkomunikasi. Dalam proses ini kita mengkomunikasikan kepentingan kita supaya
dapat di terima atau dilaksanakan oleh orang lain. Sehingga kemampuan
berkomunikasi yang baik adalah tuntutan. Hal ini berhubungan dengan bagaimana
kita berbicara, menjalin hubungan sampai mengatasi halayak ramai.
Seperti adegan pertama dalam film yang
menggambarkan sebuah dialog dimana perwakilan dari perusahaan rokok sebenarnya
kurang diuntungkan karena hampir semua yang hadir merupakan lawan (baik
penonton maupun pembicara yang lain) namun dapat memberikan pukulan telak
karena kemampuannya mengendalikan keadaan didepan publik.
Dan masih banyak karakter yang lain yang dimiliki
oleh Nick Taylor dalam film Thank You For Smoking.

0 komentar:
Posting Komentar