Senin, 15 Juli 2013

Analisis Vertical Intra Industry Trade & Horizontal Intra Industry Trade

Intra Industri Trade merupakan salah satu jenis perdagangan internasional dimana mengutamakan perdagangan dalam industry yang sama. Intra Industry Trade ini berbeda dengan jenis perdagangan neo-klasik pada umumnya, yaitu bahwa perdagangan neo-klasik dilakukan bahwa ada speasialisasi berdasarkan adanya factor produksi dan teknologi ( keunggulan komparatif ), tetapi kalau intra industry trade ini perdagangan antar negara akan tetap terjadi meskipun Negara – Negara tersebut mempunyai keunggulan komparatif yang sama. Munculnya Intra Industry Trade ini didasari keinginan kuat untuk memperoleh keuntungan dari skala ekonomis dalam memproduksi suatu produk/barang. Banyaknya persaingan mendorong masing –masing perusahaan di Negara-negara industry untuk memproduksi hanya satu macam produk dan dengan corak produk yang sama dengan harga yang relative lebih rendah. Tentunya dengan sedikit variasi sehingga akan lebih  terspesialisasi. Dan selanjutnya Negara tersebut akan mengimpor variasi dan corak produk dai Negara lain. Intra Industry Trade ini nantinnya akan menguntungkan konsumen, karena konsumen akan mempunyai pilihan yang lebih luas untuk membeli produk-produk yang lebih beragam kualitasnya dan dengan harga yang lebih rendah sebagai hasi; dari skala ekonomi dalam produksi. Contohnya , Indonesia yang merupakan Negara pertanian masih tetap mengimpor beras dari Thailand padahal produksi beras di Indonesia juga tinggi , hal tersebut dikarena loyalitas konsumen di Indonesia terhadap beras Thailand sudah tinggi.  Faktor pendorong lain munculnya Intra Industri Trade ini yaitu :
1.      Adanya keberagaman keinginan dari konsumen
2.      Adanya economic of scale dari perusahaan
Maksudnya, terjadinya peningkatan output sebagai akibat dari peningkatan input. Jadi, ketika suatu perusahaan tingkat produksinya semakin tinggi maka akan semakin besar poduktivitasnya. Contoh, jepang sebagai Negara yang minim SDA akan tetap bisa menghasilkan produk dengan menggunakan bahan baku impor dengan harga yang lebih murah.
Ada dua tipe Intra Industry Trade, yaitu :
1.      Vertical Intra Industry Trade ( VIIT )
VIIT akan terjadi ketika komoditas/produk yang diekspor kesuatu negara dengan hasil output dari industry yang sama akan tetapi kualitasnya berbeda. Dalam VIIT, tingkat kualitas diasumsikan langsung dengan rasio modal-tenaga kerja. Sebuah negara yang kaya modal memiliki kemungkinan besar untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi sedangkan negara yang kaya akan tenaga kerja berkemungkinan untuk menghasilkan produk berkualitas rendah. Tetapi permintaan untuk setiap kualitas produk tergantung pada distribusi penghasilan. Perusahaan dalam VIIT akan menghadapi 3 proses keutusan yaitu Masuknya barang, Kualitas barang, dan Harga.
Kesenjangan teknologi antara negara maju dan berkembang juga menjadi salah satu factor penentu dalam VIIT. Karena banyak sekali ekspor dari negara-negara industry yang disasarkan pada penemuan jenis produk baru dan juga proses produksinya yang baru. Hal tersebut mendorong negara maju tersebut untuk sementara waktu memonopoli sampai negara lain meniru teknologi tersebut dan nantinya akan menjualnya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang ditawarkan oleh negara maju tersebut.
Contoh komponen iPad diimpor China dari berbagai negara, kemudian di-assemble di China, dan diekspor kembali ke US, untuk diekspor lagi ke bermacam-macam negara.

2.      Horizontal Intra Industry Trade ( HIIT )
      HIIT akan terjadi ketika jumlah komoditas yang diekspor ke suatu negara berbeda tetapi dengan tingkat       kualitasnya sama.karena model HIIT ini menganggap bahwa konsumen memiliki tingkat preferensi yang          sama. Maka dai itu jenis produksi yang ad dala HIIT memiliki tingkat kualitas yang sama.   
     
    


Dalam gambar diatas di sebuah supermarket terdapat minuman Pocari Sweat. Pocari Sweat yang made in Japan diletakkan sangat berdekatan dengan Pocari Sweat yang made in Indonesia. Hanya saja botolnya berbeda, yang made ini Inonesia terbuat dari bahan plastic sedangkan yang made in Japan terbuat dari bahan aluminium. Jika dibaca pada kemasannya komposisi elektrolitnya sama persis, tetapi infomasi nilai gizinya ada yang berbeda sedikit, tetapi rasanya sama. Nah dalam HIIT jika terjadi hal semacam ini adalah tingkat harga seperti yang telah saya uraikan diatas. Terbukti bahwa Harga Pocari Sweat yang made in Japan harganya jauh lebih mahal daripada Pocari Sweat yang made in Indonesai. Sehingga konsumen tentunya akan lebih memilih dengan harga yang lebih rendah karena rasanya pun juga sama. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

LELY ZHOU Published @ 2014 by Ipietoon