Intra
Industri Trade merupakan salah satu jenis perdagangan internasional dimana
mengutamakan perdagangan dalam industry yang sama. Intra Industry Trade ini
berbeda dengan jenis perdagangan neo-klasik pada umumnya, yaitu bahwa
perdagangan neo-klasik dilakukan bahwa ada speasialisasi berdasarkan adanya
factor produksi dan teknologi ( keunggulan komparatif ), tetapi kalau intra
industry trade ini perdagangan antar negara akan tetap terjadi meskipun Negara
– Negara tersebut mempunyai keunggulan komparatif yang sama. Munculnya Intra
Industry Trade ini didasari keinginan kuat untuk memperoleh keuntungan dari
skala ekonomis dalam memproduksi suatu produk/barang. Banyaknya persaingan
mendorong masing –masing perusahaan di Negara-negara industry untuk memproduksi
hanya satu macam produk dan dengan corak produk yang sama dengan harga yang
relative lebih rendah. Tentunya dengan sedikit variasi sehingga akan lebih terspesialisasi. Dan selanjutnya Negara
tersebut akan mengimpor variasi dan corak produk dai Negara lain. Intra Industry
Trade ini nantinnya akan menguntungkan konsumen, karena konsumen akan mempunyai
pilihan yang lebih luas untuk membeli produk-produk yang lebih beragam
kualitasnya dan dengan harga yang lebih rendah sebagai hasi; dari skala ekonomi
dalam produksi. Contohnya , Indonesia yang merupakan Negara pertanian masih
tetap mengimpor beras dari Thailand padahal produksi beras di Indonesia juga
tinggi , hal tersebut dikarena loyalitas konsumen di Indonesia terhadap beras
Thailand sudah tinggi. Faktor pendorong lain
munculnya Intra Industri Trade ini yaitu :
1. Adanya
keberagaman keinginan dari konsumen
2. Adanya
economic of scale dari perusahaan
Maksudnya,
terjadinya peningkatan output sebagai akibat dari peningkatan input. Jadi,
ketika suatu perusahaan tingkat produksinya semakin tinggi maka akan semakin
besar poduktivitasnya. Contoh, jepang sebagai Negara yang minim SDA akan tetap
bisa menghasilkan produk dengan menggunakan bahan baku impor dengan harga yang
lebih murah.
Ada
dua tipe Intra Industry Trade, yaitu :
1.
Vertical
Intra Industry Trade ( VIIT )
VIIT akan terjadi
ketika komoditas/produk yang diekspor kesuatu negara dengan hasil output dari
industry yang sama akan tetapi kualitasnya berbeda. Dalam VIIT, tingkat
kualitas diasumsikan langsung dengan rasio modal-tenaga kerja. Sebuah negara
yang kaya modal memiliki kemungkinan besar untuk menghasilkan produk dengan
kualitas tinggi sedangkan negara yang kaya akan tenaga kerja berkemungkinan
untuk menghasilkan produk berkualitas rendah. Tetapi permintaan untuk setiap
kualitas produk tergantung pada distribusi penghasilan. Perusahaan dalam VIIT
akan menghadapi 3 proses keutusan yaitu Masuknya barang, Kualitas barang, dan
Harga.
Kesenjangan teknologi
antara negara maju dan berkembang juga menjadi salah satu factor penentu dalam
VIIT. Karena banyak sekali ekspor dari negara-negara industry yang disasarkan
pada penemuan jenis produk baru dan juga proses produksinya yang baru. Hal
tersebut mendorong negara maju tersebut untuk sementara waktu memonopoli sampai
negara lain meniru teknologi tersebut dan nantinya akan menjualnya dengan harga
yang lebih rendah dibandingkan harga yang ditawarkan oleh negara maju tersebut.
Contoh komponen iPad
diimpor China dari berbagai negara, kemudian di-assemble di China, dan
diekspor kembali ke US, untuk diekspor lagi ke bermacam-macam negara.
2.
Horizontal
Intra Industry Trade ( HIIT )
HIIT
akan terjadi ketika jumlah komoditas yang diekspor ke suatu negara berbeda
tetapi dengan tingkat kualitasnya sama.karena model HIIT ini menganggap bahwa
konsumen memiliki tingkat preferensi yang sama. Maka dai itu jenis produksi
yang ad dala HIIT memiliki tingkat kualitas yang sama.
Dalam
gambar diatas di sebuah supermarket terdapat minuman Pocari Sweat. Pocari Sweat
yang made in Japan diletakkan sangat berdekatan dengan Pocari Sweat yang made
in Indonesia. Hanya saja botolnya berbeda, yang made ini Inonesia terbuat dari
bahan plastic sedangkan yang made in Japan terbuat dari bahan aluminium. Jika
dibaca pada kemasannya komposisi elektrolitnya sama persis, tetapi infomasi
nilai gizinya ada yang berbeda sedikit, tetapi rasanya sama. Nah dalam HIIT
jika terjadi hal semacam ini adalah tingkat harga seperti yang telah saya
uraikan diatas. Terbukti bahwa Harga Pocari Sweat yang made in Japan harganya
jauh lebih mahal daripada Pocari Sweat yang made in Indonesai. Sehingga
konsumen tentunya akan lebih memilih dengan harga yang lebih rendah karena
rasanya pun juga sama.
0 komentar:
Posting Komentar